Kesehatan Mental Dipengaruhi Orang Perfeksionisme

Kesehatan Mental Dipengaruhi Orang Perfeksionisme

Harus dianggap, kita hidup dalam budaya yang menghargakan kesempurnaan dan harus memperhatikan Kesehatan Mental Dipengaruhi Perfeksionisme.

Beberapa orang yang yakin bila lakukan sesuatunya tanpa ada cela, maka mendapatkan kebahagiaan dan keberhasilan.

Hati-hati Kesehatan Mental Dipengaruhi Orang Perfeksionisme

Kesempurnaan mempunyai korelasi dengan perfeksionisme. Perfeksionisme sendiri kerap disimpulkan selaku keperluan menjadi prima dan penganutnya yakin bila capai kesempurnaan ialah suatu hal yang dapat direalisasikan.

Baca Juga: Kesehatan Mental Dipengaruhi Orang Perfeksionisme

Sesaat, beberapa pakar condong mendeskripsikan perfeksionisme selaku gabungan dari standard individu dan penilaian diri yang begitu tinggi dan begitu krisis.

Merilis Good Terapi, seorang penulis dan profesor penelitian dari University of Houston Graduate College of Social Work, Amerika Serikat (AS), Dr. Brené Brown, membandingkan di antara perfeksionisme dan sikap sehat. Menurut dia, perfeksionisme berbeda dengan usaha menjadi yang terhebat.

Kesempurnaan bukan berkenaan perolehan dan perkembangan yang positif. Dr. Brown menerangkan, perfeksionisme dipakai oleh beberapa orang selaku perisai membuat perlindungan diri dari hati malu, dituding, atau dihakimi.

Saat itu, riset terkini mengatakan jika perfeksionisme bisa memberikan dampak negatif untuk kesehatan psikis seperti tingkatkan resiko stres, kekhawatiran, sampai dorongan bunuh diri. Baca pembahasan spesial mengenai serba-serbi Kesehatan Mental Dipengaruhi Perfeksionisme dari sudut pandang kesehatan.

Tanda-tanda perfeksionisme

Perfeksionisme bisa mempengaruhi remaja atau orang dewasa. Dorongan menjadi murid yang berprestasi di semua sektor misalnya, menjadi salah satunya factor penggerak munculnya obsesi pada keberhasilan. Sampai selanjutnya, hal itu bisa mengusik kekuatan untuk capai apa yang diimpikan.

Kemauan untuk berprestasi ialah motivasi yang positif. Tetapi, bila kemauan telah ke arah pada beberapa hal yang tidak logis (seperti pengin selalu nampak prima) bisa memunculkan permasalahan yang jangan dipandang sepele.

  • Merasa tidak berhasil setiap coba lakukan suatu hal.sebuah hal.
  • Menunda-nunda pekerjaan dengan teratur sebab menganggap tidak bisa mengakhirinya dengan prima.
  • Terobsesi dengan ketentuan atau kebalikannya, menjadi sangat apatis.
  • Berusaha keras supaya bisa santai dan mengendalikan pemikiran dan hati.
  • Merasa benar-benar selective dan berkesan mengatur jalinan individu dan profesional.

Apa yang mengakibatkan seorang jadi perfeksionis?

Merilis Psychology Today, penggerak khusus perfeksionisme ialah desakan intern, seperti kemauan untuk menghindar ketidakberhasilan atau penilaian yang negatif. Peluang setelah itu jalinan sosial, kompetisi akademik, dan pekerjaan.

  • Perasaan takut akan tidak setujunya seseorang.
  • Perasaan tidak aman dan tidak sanggup.
  • Mengalami permasalahan kesehatan psikis seperti kekhawatiran atau masalah obsesif-kompulsif (OCD). Walau ada korelasi di antara OCD dan perfeksionisme, tapi tidak seluruhnya orang yang perfeksionis menanggung derita OCD, demikian demikian sebaliknya.
  • Memiliki orangtua yang selalu memperlihatkan sikap perfeksionisme, hingga otomatis menggerakkan anak meningkatkan perfeksionisme.
  • Keterikatan awalnya sama orang tua yang kurang sehat.

Domain perfeksionisme

Perfeksionisme bisa mempengaruhi ranah kehidupan seorang atau kerap dikatakan sebagai domain. Kadang, perfeksionisme cuman mempengaruhi satu domain saja. Tetapi, seiring waktu berjalan bisa memasuki ke banyak domain.

Lalu muncul pertanyaan, apa yang terhitung dalam domain perfeksionisme? Merilis Good Terapi, domain perfeksionisme terdiri jadi:

  • Penampilan fisik: tipe perfeksionisme ini bisa mengakibatkan seorang begitu cemas berkenaan penampilan fisik. Mereka kemungkinan perlu waktu beberapa jam cuman untuk pilih baju yang akan dikenai, model membenahi rambut, dan make up untuk wanita. Perfeksionisme dalam ranah performa fisik dapat mengakibatkan masalah makan atau ketagihan untuk selalu olahraga.
  • Tempat kerja atau sekolah: orang yang perfeksionis dalam tempat kerja atau sekolah kemungkinan perlu waktu semakin lama untuk mengakhiri pekerjaan dan menghindar mengawali pekerjaan yang membuat tidak optimis (kerap kali berasal dari kemauan mengakhiri pekerjaan dengan prima).
  • Lingkungan: ini bisa mengakibatkan seorang habiskan beberapa waktu dan energi untuk jaga lingkungan sekelilingnya (misalkan pekarangan rumah) masih rapi atau sesuai standard seni yang diputuskan pribadi berkaitan.
  • Kebersihan dan kesehatan: tragisnya, perfeksionisme tipe ini bisa mengakibatkan permasalahan kesehatan. Misalkan, masalah seorang kemungkinan stop menggosok gigi sebab tidak berhasil melakukan dengan prima. Disamping itu, dapat mengakibatkan masalah makan seperti ortoreksia nervosa. Ortoreksia nervosa adalah keadaan seorang yang terobsesi untuk jalankan diet yang paling sehat.
  • Cara bicara atau menulis: saat seorang perfeksionis bicara atau menulis dengan kualitas pengutaraan ide yang tidak memberikan kepuasan, hal itu bisa mengakibatkan kecondongan untuk meminimalisir perbincangan atau menghindar rutinitas menulis sebab takut membuat kekeliruan.

Beberapa jenis perfeksionisme

Pada umumnya, tipe perfeksionisme dibagi jadi tiga, yakni:

  • Orang pemula condong memandang standard itu tinggi, tapi tidak untuk orang perfeksionis tipe ini. Menariknya, tipe perfeksionisme ini dipandang positif sebab tidak mengakibatkan depresi atau kecapekan terlalu berlebih. Seorang disebutkan mempunyai type perfeksionisme standard individu bila maksudnya untuk memantik api semangat dan tidak mengakibatkan dampak negatif dalam diri sendiri.
  • Perfeksionisme krisis pada diri kita: type perfeksionis ke-2 adalah lebih condong terancam oleh arah yang diputuskan untuk diri kita dibanding berasa terpacu. Hati patah semangat kerap dirasa dan memandang arah yang akan diraih tidak pernah terwujud. Riset memperlihatkan jika perfeksionisme krisis pada diri kita condong ke arah pada emosi negatif, seperti kekhawatiran, penghindaran, dan memberi hukuman diri kita.
  • Perfeksionisme yang dipastikan secara sosial: satu studi menerangkan bila perfeksionisme sosial dilukiskan selaku keinginan keunggulan yang kerap kali diperlihatkan ke beberapa orang dengan pekerjaan yang memerlukan kecermatan tambahan, seperti advokat, pakar klinis, dan arsitek.

Bagaimana perfeksionisme mempengaruhi kesehatan psikis?

Merilis Medical News Today, perfeksionisme bisa mempengaruhi keadaan fisik atau kesehatan psikis. Pengakuan itu disokong oleh riset dalam jurnal Psychological Bulletin tahun 2019 yang menerangkan jika perfeksionisme ialah hal yang paling lemahkan.

Stres, kekhawatiran, dan kemauan untuk bunuh diri adalah beberapa permasalahan kesehatan psikis yang berkali-kali dihubungkan dengan wujud perfeksionisme yang dipastikan secara sosial.

Studi lain dalam jurnal Archives of Suicide Research tahun 2013 mengutarakan jika lebih dari 70 % orang muda wafat karena bunuh diri sebab mempunyai rutinitas membuat harapan yang tinggi sekali pada diri kita.

Studi yang lain dalam Journal of Affective Disorders tahun 2013 menerangkan jika perfeksionisme krisis pada diri kita bisa tingkatkan resiko masalah bipolar dan kekhawatiran.

Dari sisi permasalahan kesehatan psikis, perfeksionisme dapat tingkatkan resiko permasalahan kesehatan secara fisik. Riset yang diedarkan dalam jurnal Roeper Ulasan tahun 2018 menerangkan bila perfeksionisme condong bisa tingkatkan resiko penyakit kardiovaskular.

Disamping itu, riset-penelitian yang lain menyangkutkan perfeksionisme dengan resiko permasalahan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kecapekan akut, fibromialgia, sindrom iritasi usus besar, dan kematian awal pada pasien diabetes.

Ada langkah-langkah simpel untuk meminimalisir perfeksionisme, salah satunya ialah:

  • Menetapkan arah yang sesuai kenyataan dan bisa diraih
  • Fokus pada rutinitas atau pekerjaan pada satu waktu
  • Mengakui jika tiap orang bisa membuat kekeliruan
  • Menyadari jika tiap kekeliruan adalah evaluasi untuk bertambah lebih baik yang akan datang
  • Menghadapi ketakutan akan ketidakberhasilan dengan masih sesuai kenyataan

Bila perfeksionisme di rasa telah mempengaruhi kesehatan, karena itu diskusi dengan pakar mental seperti psikiater atau psikolog ialah keputusan arif. Dokter kemungkinan mereferensikan taktik penyembuhan dan perawatan, diantaranya therapy untuk menolong mengurus tanda-tanda negatif. Percayalah jika perfeksionisme negatif bisa dirubah dengan kemauan, tekad, dan usaha optimal.