Pemicu Penyakit Celia dan Autoimun

Pemicu Penyakit Celia dan Autoimun

Pemicu Penyakit Celia dan Autoimun  – Gluten ialah protein yang diketemukan pada makanan yang dibuat dari gandum, jelai (barley), gandum hitam (rye), dan beberapa bijian yang lain.

Contoh makanan yang dapat memiliki kandungan gluten ialah roti, pasta, mi, sereal, dan kue. Gluten berperan untuk bikin adonan jadi plastis dan memberi struktur kenyal.

Beberapa bahan itu terhitung makanan yang kerap kita konsumsi sehari-harinya. Tetapi, ada sebagian orang yang dapat alami tanda-tanda spesifik sesudah konsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten, sama dalam beberapa orang dengan penyakit celiac.

Pemicu Penyakit Celia dan Autoimun yang disebabkan Gluten

Gluten berperan untuk bikin adonan tepung jadi elsatis atau kenyal. Contoh pemakaian gluten umumnya pada pengerjaan roti dan pasta.

Baca Juga: Tindakan Agar Terhindar Flu

Nah, rupanya gluten ini buruk bila kita konsumsi sering, lo. Bahkan juga dapat memunculkan reaksi spesifik ke orang yang peka terhadapnya.

Berikut lima bahaya yang dapat berasal dari gluten. Yok, baca!

  1. Alergi

Reaksi alergi pada gluten dapat mengakibatkan penderitanya alami kesusahan bernapas.

Umumnya, reaksi itu berlangsung sesudah konsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten, seperti gandum atau tepung.

  1. Penyakit Seliak

Penyakit seliak adalah masalah autoimun yang karena factor genetik dan lingkungan. Penyakit ini mengakibatkan masalah pada usus kecil.

Ini mengakibatkan kerusakan usus, tidak berhasilnya peresapan gizi, dan tanda-tanda seperti pengurangan berat tubuh dan diare.

Pasien seliak umumnya alami tanda-tanda seperti anemia dan penyakit kulit.

  1. Sensitivitas Gluten

Mereka yang alami sensitivitas gluten umumnya rasakan tanda-tanda seperti sakit di kepala, kecapekan dan ngilu persendian.

Beberapa gejala itu umumnya berlangsung saat konsumsi makanan memiliki kandungan gluten. Itu penyebabnya, pasien sensitivitas gluten dianjurkan untuk mengonsumi makanan bebas gluten.

  1. Masalah Pencernaan

Disamping itu, gluten bisa juga mengganti bakteri usus dan tingkatkan resiko kebocoran usus pada pasien sindrom iritasi usus besar dan penyakit radang usus.

  1. Penyakit Autoimun

Ada banyak teori kenapa Gluten dapat mengakibatkan dan jadi memperburuk beberapa orang yang menanggung derita penyakit autoimun seperti tiroiditis Hashimoto, diabetes type 1, penyakit Grave, dan artritis reumatoid.

Ini sebab gluten dapat mengakibatkan produksi anti-bodi yang bereaksi dengan antigen dan kumpulan sel tubuh kita sendiri.

Penyakit celiac atau penyakit seliak adalah penyakit autoimun yang menyertakan tanggapan mekanisme ketahanan tubuh pada gluten. Untuk mengenali selanjutnya mengenai penyakit ini, baca penjelasannya Penyakit Celia dan Autoimun di bawah ini sampai akhir.

  1. Terhitung penyakit autoimun

Merilis WebMD, penyakit celiac adalah penyakit autoimun yang dipacu waktu seorang konsumsi gluten, yang selanjutnya membuat mekanisme imun badan akan bereaksi terlalu berlebih dan menghancurkan vili pada usus lembut.

Vili berperanan dalam peresapan vitamin, mineral, dan gizi yang lain dari makanan. Bila vili hancur, karena itu gizi tidak diserap secara baik ke pada tubuh.

Penyakit celiac berbeda dengan intoleransi gluten. Orang dengan intoleransi gluten kemungkinan mempunyai gejala-gejala yang serupa dan menghindar gluten. Tetapi, mereka tidak memperlihatkan tanggapan imun atau kerusakan pada usus lembut.

Diambil dari Celiac Disease Foundation, penyakit celiac diprediksi mempengaruhi 1 dari 100 orang di penjuru dunia. Penyakit ini memiliki sifat turun-temurun dalam keluarga.

Penyakit celiac bisa berkembang pada bermacam umur sesudah seorang mulai konsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten. Bila tidak diatasi, penyakit autoimun ini dapat menyebabkan permasalahan kesehatan serius yang lain.

  1. Tanda-tanda yang penting dicurigai

Tanda-tanda penyakit celiac umumnya menyertakan usus dan mekanisme pencernaan, tapi juga bisa mempengaruhi anggota badan yang lain. Tanda-tanda yang muncul pada beberapa anak condong mempunyai ketidaksamaan yang dirasakan oleh orang dewasa.

Merilis Healthline, tanda-tanda pada beberapa anak bisa berbentuk:

  • Merasa capek dan gampang tersinggung
  • Pertumbuhan dan pubertas terhalang
  • Penurunan berat tubuh
  • Muntah
  • Perut kembung
  • Sakit perut
  • Diare atau sembelit
  • Feses pucat, berlemak, dan bau busuk

Orang dewasa dapat alami tanda-tanda pada pencernaan. Tetapi, pada umumnya masalah tanda-tanda mempengaruhi tempat lain di badan yang mencakup:

  • Anemia
  • Nyeri persendian dan kaku
  • Tulang kurang kuat dan ringkih
  • Kelelahan
  • Kejang
  • Dermatitis herpetiformis
  • Perubahan warna gigi atau raibnya enamel gigi
  • Luka pucat dalam mulut
  • Periode menstruasi tidak teratur
  • Infertilitas dan keguguran
  1. Factor yang tingkatkan resiko penyakit celiac

Mencuplik Mayo Clinic, pemicu penyakit celiac belum tahu dengan cara tepat. Factor genetik dan keadaan yang lain, seperti jalani operasi, kehamilan, persalinan, infeksi virus, atau desakan emosional yang kronis dapat memacu penyakit ini.

Penyakit celiac condong lebih umum berlangsung pada beberapa orang yang mempunyai:

  • Diabetes type 1
  • Sindrom Down atau sindrom Turner
  • Penyakit autoimun tiroid
  • Kolitis mikroskopik
  • Penyakit Addison
  1. Diet cepat buat gluten untuk tangani penyakit celiac

Salah satu langkah untuk tangani penyakit celiac yakni dengan menghindar mengonsumsi makanan atau bahan yang lain yang memiliki kandungan gluten dengan jalankan diet bebas gluten. Ini memungkinkannya vili usus untuk sembuh dan gampang meresap gizi secara baik.

Dokter akan memberikan panduan mengenai langkah membaca cap makanan dan produk yang lain supaya pasien bisa mengenali bahan apa saja yang memiliki kandungan gluten. Tak perlu cemas, sebab sekarang ini banyak produk bebas gluten atau memiliki label gluten-free yang dipasarkan di pasar.

Kecuali gandum, contoh bahan yang memiliki kandungan gluten terhitung jelai, gandum hitam, bulgur, durum, dan tepung graham. Adapun bahan alamiah yang bebas gluten misalkan daging dan ikan fresh, buah, produk susu, kentang, jagung dan nasi. Beberapa macam tepung yang bebas gluten diantaranya tepung jagung, tepung tapioka, tepung kedelai, dan tepung kentang.

  1. Kompleksitas penyakit yang dapat diakibatkan

Penyakit celiac yang didiamkan tanpa pengatasan dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan lain. Seperti dikutip dari Mayo Clinic, beberapa kompleksitas yang dapat berlangsung yakni:

  • Malnutrisi. Keadaan ini berlangsung bila usus lembut tidak dapat meresap cukup gizi dari makanan. Malnutrisi dapat menyebabkan anemia dan pengurangan berat tubuh. Pada beberapa anak, malnutrisi bisa menghalangi proses perkembangan.
  • Kelemahan pada tulang.
  • Infertilitas atau keguguran. Malabsorpsi kalsium dan vitamin D bisa berperan pada permasalahan reproduksi.
  • Intoleransi laktosa. Kerusakan pada usus lembut dapat mengakibatkan ngilu perut dan diare sesudah makan atau minum produk susu yang memiliki kandungan laktosa. Jika usus sudah sembuh, pasien umumnya dibolehkan kembali untuk konsumsi bahan makanan itu.
  • Kanker. Pasien penyakit celiac yang tidak jalankan diet bebas gluten mempunyai resiko semakin besar terserang beberapa macam kanker, seperti limfoma usus dan kanker usus lembut.
  • Masalah mekanisme saraf. Sebagian orang dengan penyakit celiac bisa alami kejang atau penyakit pada saraf tangan dan kaki (neuropati perifer).

Nah, bila kamu alami tanda-tanda yang muncul sesudah konsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten, seharusnya selekasnya kontrol ke dokter. Ditambah lagi jika ada bagian keluarga dengan penyakit celiac. Jika kamu terdeteksi penyakit ini, tidak boleh berkecil hati. Dengan diet bebas gluten dan patuhi saran dari dokter, kualitas hidup masih dapat terbangun.